PENYALURAN ATAU PENCAIRAN DANA BOS TRIWULAN 1 TAHUN 2016

Posted by FORUM GURU INDONESIA on Saturday, January 16, 2016

Berdasakan Draf Juknis BOS tahun 2016 Pencairan atau Penyaluran Dana Bos Triwulan 1 Tahun 2016 paling lambat minggu ke 4 Bulan Januari 2016. Hal ini sesuai ketentuan bahwa RKUN (Rekening Kas Umum Negera) menyalurkan Dana BOS Triwulan 1 (Januari-Maret) ke RKUD (Rekening Kas Umum Daerah) paling lambat pada minggu ketiga di bulan Januari. Selanjutnya  BUD  harus  menyalurkan  atau  mencairkan dana  BOS  ke satuan  pendidikan paling lambat 7 hari kerja setelah dana diterima di RKUD.




Berikut ini Jadwal PENCAIRAN ATAU PENYALURAN DANA BOS Tahun 2016 sesuai draf juknis BOS 2016.
1.  Triwulan 1 (Januari-Maret) Dana BOS disalurkan dari RKUN ke RKUD dilakukan paling lambat pada minggu ketiga di bulan Januari;
2.  Triwulan 2  (April-Juni) Dana BOS disalurkan dari RKUN ke RKUD dilakukan  paling  lambat  7  (tujuh)  hari  kerja pada awal bulan April;
3.  Triwulan 3  (Juli-September)  Dana BOS disalurkan dari RKUN ke RKUD dilakukan  paling  lambat  7  (tujuh)  hari kerja pada awal bulan Juli;
4.  Triwulan 4 (Oktober-Desember) Dana BOS disalurkan dari RKUN ke RKUD  dilakukan  paling  lambat 7 (tujuh)  hari kerja pada awal bulan Oktober

Selanjutnya  BUD  harus  menyalurkan  dana  BOS  ke satuan  pendidikan paling lambat 7 hari kerja setelah dana diterima di RKUD..

Walau Juknis BOS masih bersifat Draf karena belum ditandatangi Mendikbud, Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta telah penyaluran atau pencairan Dana BOS SD SMP SMA SMK Triwulan 1 Tahun 2016. Bantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan 1 (Januari-Maret) tahun 2016 untuk wlayah DI Yogyakarta telah disalurkan ke Sekolah penerima dana BOS pada tanggal 5 Januari 2016.

BOS triwulan I yang dicarikan ke rekening sekolah jenjang Dikdas & Dikmen se-DIY ini merupakan pencairan dengan waktu tercepat atau paling pertama dibandingkan dengan provinsi lain se-Indonesia. Hal ini karena penyaluran dana untuk jenjang Dikmen yang sebelumnya disalurkan dari pusat, kali ini penyaluran dana jenjang Dikdas dan Dikmen dilakukan melalui daerah. 

Besaran dana tahun 2016 ini untuk jenjang Dikdas tidak mengalami perubahan,sedangkan untuk jenjang Dikmen mengalami kenaikan dana. 
Berikut rincian unit cost BOS 2016:
-SD/SDLB : 800.000 /siswa/tahun (200.000 /siswa/triwulan) 
-SMP/SMPLB : 1.000.000 /siswa/tahun (250.000 /siswa/triwulan)
-SMA : 1.400.000 /siswa/tahun (350.000 /siswa/triwulan)
-SMK : 1.400.000 /siswa/tahun (350.000 /siswa/triwuan)

Berikut realisasi alokasi BOS triwulan 1 (Januari-Maret) Tahun 2016 di DIY.

NoKabupaten/KotaSDSMPSD + SMPSMASMKSMA+SMKSD+SMP+SMA+SMK
Jumlah SiswaJumlah Dana BOSJumlah SiswaJumlah Dana BOSJumlah SiswaJumlah Dana BOSJumlah SiswaJumlah Dana BOSJumlah SiswaJumlah Dana BOSJumlah SiswaJumlah Dana BOSJumlah SiswaJumlah Dana BOS
1Kota Yogyakarta43,4048,680,800,00022,8675,716,750,00066,27114,397,550,00017,3436,070,050,00016,4155,745,250,00033,75811,815,300,000100,02926,212,850,000
2Kabupaten Bantul.74,60814,921,600,00032,1118,027,750,000106,71922,949,350,00012,7144,449,900,00016,4325,751,200,00029,14610,201,100,000135,86533,150,450,000
3Kabupaten Kulon Progo34,2066,841,200,00015,8463,961,500,00050,05210,802,700,0004,3321,516,200,00011,2253,928,750,00015,5575,444,950,00065,60916,247,650,000
4Kabupaten Gunungkidul51,18510,237,000,00025,3726,343,000,00076,55716,580,000,0005,8412,044,350,00017,3126,059,200,00023,1538,103,550,00099,71024,683,550,000
5Kabupaten Sleman89,23217,846,400,00038,4259,606,250,000127,65727,452,650,00011,4864,020,100,00020,9717,339,850,00032,45711,359,950,000160,11438,812,600,000
Jumlah292,63558,527,000,000134,62133,655,250,000427,25692,182,250,00051,71618,100,600,00082,35528,824,250,000134,07146,924,850,000561,327139,107,100,000

Perlu juga diketahui bahwa mulai tahun 2016 kepengurusan / tim manajemen BOS menjadi satu antara Dikdas & Dikmen, yang sebelumnya tim terpisah pada masing-masing jenjang


= Baca Juga =



Blog, Updated at: 7:58 PM

1 comments:

  1. kalau bisa dana BOS dan BOP itu bentuk nya Non Tunai saja, alias di debet aja kalau bisa karena yang ada sekarang berhubungan dengan rekanan akhir nya yang ada tetap saja terjadi persekongkolan antara kepsek, bendahara and rekanan nya untuk mencairkan dana BOS dan BOP tersebut, jadi lebih baik dana BOS dan BOP di buat seperti sistem KJP saja Non Tunai itu lebih baik alhasil lebih kecil kemungkinan terjadi penyelewengan Thanks ...

    ReplyDelete

Search This Blog

Popular Posts

STATISTIK BLOG

---------------------------------

loading...

---------------------------------

CB